Feeds:
Tulisan
Komentar

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘teks cerpen’

[Cerpen] Kisah Si Kimci, Si Gajah Kecil

Oleh: Rahma Damayanty Rivai

(Didongengkan dan dituliskan mama era pada Iqbal “cosmos” tanggal 6 januari 2011)

Kimci adalah seekor gajah yang lahir di bulan januari, dua tahun yang lalu. Ketika ia lahir, Kimci sangat lucu dan berbadan gemuk. Matanya bulat indah dengan tatapannya yang menggemaskan. Karena badannya gemuk, Kimci sangat kesulitan untuk berdiri dan menyusui pada ibunya yang bernama Kimura. Dengan lembut, Ibu Kimura membujuk dan memberi semangat pada Kimci untuk terus belajar berdiri dan segera menyusui.

Ayah Kimci, yang bernama Kimko juga sangat sayang kepada kimci. Ditolongnya kaki-kaki lemah kimci untuk berdiri dengan belalainya. Berkat kesabaran ibu dan ayahnya, Kimci, tak lama kemudian dapat berdiri dan menyusui dengan lahapnya.

Ibu Kimura sangat memperhatikan Kimci. Dimakannya daun-daunan yang bergizi agar air susu yang diminum kimci bergizi dan membuatnya tumbuh sehat dan kuat. Ayah Kimci, juga suka menolong ibu Kimura mencari daun-daunan yang rasanya lezat dan menyegarkan.

Kimci tumbuh sehat dan berbahagia, lagipula ibunya sangat pintar bercerita. Ibu Kimci mendongeng setiap malam, sebelum Kimci tidur. Kadang-kadang sebelum tidur siang ibunya juga dengan senang hati mengkisahkan sebuah dongeng. Dongeng apa saja. Dari kisah peri hutan yang menjaga sebuah danau, atau tentang bagaimana terciptanya sebuah rimba di masa yang lalu. Tapi yang paling sering kisah matahari, rembulan dan para bintang.

Kimci, Ayah Kimko dan ibu Kimura hidup dalam kelompok keluarga besar. Mereka selalu bersama para sepupu-sepupu Kimci yang masih kecil serta paman dan bibi Kimci. Mereka selalu berjalan melintasi hutan dan rimba. Kawanan gajah adalah kelompok hewan yang berpindah-pindah.

Ada berbagai alasan yang menyebabkan mereka berpindah-pindah. Satu, kawanan gajah itu mencari sumber air baru untuk minum dan mandi. Dua, mereka pindah karena habitatnya tidak lagi aman karena diganggu manusia. Tiga, mereka melakukan perjalanan karena menghindari binatang lain yang mengganggu. Walau gajah adalah binatang yang kuat, gajah cenderung menghindar dari kelompok hewan lain yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan hidup, seperti kawanan anjing hutan yang suka berisik dengan lolongannya. Dan keempat, kawanan gajah itu, senantiasa bergerak mencari habitat baru yang lebih subur dengan dedaunan yang lezat.

Mereka berjalan dalam kelompok yang besar. Kimci menghitung ada 20 ekor gajah. Ada 14 gajah dewasa, dan ada 6 ekor gajah mungil seperti dirinya. Setelah berbulan-bulan berjalan dan berpindah tempat, sampailah mereka di suatu tempat. Tempat itu adalah sebuah hutan yang cukup rindang. Namun hutan itu tampaknya pernah didatangi kawanan gajah lainnya, sehingga dedaunannya tidak cukup banyak dan sumber airnya sudah keruh. Ibu kimci yang bernama Kimura, berpikir bahwa mereka akan tinggal sementara saja di sana. Namun Ayah kimci berpikir sebaliknya, bahwa mereka akan menetap di sana. Ayah kimci telah merasa lelah untuk terus berjalan dan memutuskan menetap di sana. Setelah beberapa minggu di sana. Ibu kimci, Kimura mengajak rombongan untuk meneruskan perjalanan. Ia yakin akan menemukan suatu tempat di mana mereka akan hidup lebih baik dan lebih nyaman bagi kimci dan gajah-gajah mungil lainnya bertumbuh dan membesar. Sayang ayah kimci, Kimko sama sekali tak setuju.

Perbedaan pendapat itu akhirnya diselesaikan dengan bermusyawawah. Enam ekor gajah kecil hanya bermain-main saja, menunggu 14 ekor gajah dewasa bermusyawarah di pinggir sungai kecil itu. Hasil musyawarah memutuskan bahwa ada yang memutuskan terus dan ada yang memutuskan meneruskan perjalanan.

Ibu kimci memutuskan meneruskan perjalanan, sedang ayah kimko memutuskan menetap. Sedangkan Kimci ditanyakan pendapatnya. Karena Kimci berpikir bahwa ia adalah gajah kecil yang kuat berjalan, maka ia memutuskan ikut ibunya kimura. Lagipula kimci tak dapat tidur tanpa dongeng-donegng indah pengantar tidurnya. Walau begitu kimci sedih meninggalkan ayahnya. Namun ayah kimci berkata, bahwa kimci harus rajin menjenguknya.

Demikianlah, ada 10 ekor gajah meneruskan perjalan termasuk kimci dan ibunya kimura. Dan ada 10 ekor gajah memutuskan menetap di hutan kecil itu, termasuk ayah kimci, yang bernama kimko.

Ternyata perjalanan menuju tempat lebih baik itu tidak mudah, jalanan licin dan penuh hambatan. Pohon-pohon besar yang merintangi jalan, dan badai yang mengamuk di siang hari. Kimci sering mengeluh pada ibunya, namun diteguhkan hati gajah mungil itu.

Suatu siang ketika mereka beristirahat, tamapak dari kejauhan seekor gajah berjalan gontai mendekati kelompok kimci. Semua gajah dewasa siap-siap melakukan pertahanan diri. Gajah-gajah mungil segera dibentengi tubuh gajah dewasa.

Oh, ternyata seekor gajah jantan dewasa yang terluka. Kakinya terluka dan matanya meneteskan air mata.

“Wahai keluarga gajah, aku tak hendak menyerang kalian, justru aku ingin bergabung dengan kelompok kalian!” katanya.

“Mengapa kau ingin bergabung?”, ibu kimci bertanya.

Ia menjawab, “Karena saya ingin menjadi bagian dari kalian dan dengan itu kita dapat saling menjaga!”

Tapi mereka tetap curiga dan memandang dengan waspada. Gajah asing itu pun berkata, “Aku mengenal hampir seluruh wilayah ini dengan baik, karena aku gajah pengembara. Aku dapat membantu kalian menemukan jalan yang baik dan aman hingga ke tujuan kalian. Sedangkan aku mengharapkan kalian mau membantuku merawat luka-lukaku. Menjagaku, dan menyembuhkan derita di diriku.

Walau tak sepenuhnya percaya, kelompok kimci memutuskan menerima gajah itu, yang ternyata bernama Pak Kimbali. Pak Kimbali sungguh tidak merepotkan. Bahkan sangat membantu, Walau terluka ternyata ia mampu menyingkirkan halangan-halangan di jalanan yang merintangi seperti pohon tumbang atau batu besar melintang jalan.

Pak Kimbali juga dengan mudah memutuskan jalan mana yang harus ditempuh jika mereka tiba di persimpangan. Pak Kimbali dapat membedakan dedauan yang beracun dan tak beracun. Dan yang paling Kimci senangi adalah pak Kimbali ternyata pendongeng yang lebih ahli daripada ibunya.

Pak Kimbali ternyata fasih bercerita tentang gajah afrika, Orang Utan di Sematera, atau kejadian meletusnya Gunung Krakatau yang menyebabkan tsunami hebat ke segala penjuru negeri. Itu adalah kisah-kisah hebat yang tak mungkin diketahui oleh ibunya kimura yang terlalu sering mengulang cerita soal matahari, bintang dan rembulan. Bukannya dongeng ibunya tak menarik sih. Tapi jika kau berbicara soal matahari terus-menerus, kau akan bosan, khan?

Walau pak Kimbali mahir berkisah. Terkadang kimci tetap sedih teringat ayahnya kimko. Pak kimbali menasehatinya agar ia mengirimkan banyak doa di setiap malam sebelum tidur kepada ayahnya Kimko. “Kirimkanlah doamu pada angin yang berhembus lembut. Dan itulah yang dilakukan Kimci setiap malammya. Mengirimkan doa kepada ayahnya lewat angin yang berhembus lembut. Ia merasa damai dalam doanya. Ia harap ayahnya, juga.

Losari, dikisahkan pukul 20.05 Malam.

Read Full Post »

[Tips Menulis] Menulis Fiksi

Oleh: Moenir al-banny

Memunculkan ide menulis cerita fiksi:

menulis cerita fiksi walaupun tampaknya mudah tapi akan bisa dirasakan sulit oleh sebagian orang lain. Mungkin sebagian orang itu termasuk anda. Berikut saya mencoba memberikan tips bagaimana agar kita bisa menulis cerita fiksi atau bahkan cerita surealis.
1. Harus alay.


Maksudnya bukan berarti nulisnya “p4d4 5u4tu h4r1…” atau “pâdä süåtú hârí…” tapi kita harus meng-alay-kan (baca: melebih-lebihkan) pengalaman yang menjadi sumber cerita kita . Kalau masalah pengalaman yang menjadi sumber inspirasi sudah dibahas oleh teman-teman lain.
2. Bawa catatan saat akan buang air besar.
Mungkin ini saran paling gila yang pernah anda dengar, tapi coba kalian jawab apa yang kalian lakukan ketika sendirian dan berada di tempat yang sunyi? Pasti melamun! Ya karena itulah catat apa yang kalian lamunkan. Habis ngeden tentunya. Hehe
3. Catat apa yang kamu mimpikan semalam


Inspirasi bisa datang dari mana saja termasuk dari mimpi di waktu tidur. Asal jangan pas mimpi basah aja. Haha

ingat jk.rowlings yang menulis idenya tentang seorang anak yang tidak tahu kalau dia adalah penyihir saat menunggu datangnya kereta di stasiun pada selembar kertas tissu? Lalu tulisan di selembar tissu itu dia kembangkan dan jadilah buku paling best seller di dunia. Ya harry potter. Andapun bisa seperti jk.rowling. Kalau mau menulis. Tinggal menulis lalu kembangkan.

******

23 11 11
tulisan ini ditulis menjelang bobok dengan hape nokia c1-01

Read Full Post »

[Tips Menulis] Berdamai Dengan Diri Sendiri

oleh: Irawati Syahriah

Tiap penulis memiliki tips –tips sendiri dalam menuangkan tulisannya, disesuaikan dengan karakter kepribadiaan yang bersangkutan yang unik dan tidak bisa dibuat-buat. Boleh jadi dalam keseharian orang tersebut tampak pendiam namun tulisannya adalah tulisan mengalir dahsyat bak banjir tsunami. Ada pula orang yang tampak rame dan banyak omong, namun tulisannya santun dan menggugah jiwa.

Oleh karena itu marilah berdamai dengan diri sendiri, bila ingin menulis. Bertanya ke dalam diri patutkah  ide yang datang tiba-tiba ini saya tulis. Terkesan penakut dan lamban memang, tapi itulah suatu upaya membentengi diri dari berpikir sebelum bertindak.

Menulis sebagai sebuah action, atau tindakan memang perlu manajemen diri bahkan manajemen hati, menulis seperti berbicara, tidak bisa  dilakukan asal bunyi (asbun). Kerja otak kanan yang acak dalam menyalurkan ide tulisan harus diimbangi dengan otak kiri yang penuh ketelitian, bahkan seluruh otak mesti kita fungsikan dalam menulis. Hal ini perlu dilakukan bukan hanya  karena kita ingin menjaga image (jaim) para pembaca terhadap diri kita, ataupun karena ingin menghasilkan tulisan yang penuh sanjungan, bukan itu para sahabat. Ini hanyalah sebuah bentuk tanggung jawab moral kita ketika nanti pembaca ada yang mempertanyakan tentang akibat atau dampak dari tulisan kita. Berapa banyak tulisan yang membuat para penjahat berubah haluan menjadi orang soleh hanya karena membaca tulisan pencerahan jiwa, dan banyak pula tulisan yang membuat para ABG yang masih polos terpacu adrenalinnya menjadi teroris kelas kakap. Rumah tangga broken home bisa menjadi rukun karena tulisan kita, anak durhaka berbalik menjadi anak soleh juga karena tulisan, so, tulisan bisa merubah hal suram menjadi hal indan, karena tulisan bak pedang,  bisa menghujam jauh kelubuk hati, juga bagai irigasi mengisi jiwa yang kering dan mengaliri sawah hati.

Menulis memang harus dilakukan dengan proforsional bahkan professional, adalah baik kita menerapkan tips, tulis saja ada yang ada dalam pikiranmu, dan jangan memikirkan apa yang akan kau tuliskan, ini memang tips yang sangat cespleng untuk memulai suatu tulisan, tetapi tahap selanjutnya, kalau boleh dianalogikan  para penulis adalah koki masakan, yang ingin menyajikan masakan terlezat, sebelum penyajian barangkali harus ada penyiapan resep dan bahan- bahan serta proses pengolahan sampai penyajian, sehingga akhirnya akan diperoleh masakan yang maknyuss, serta dikemudian hari, akan banyak orang yang ketagihan masakan lezat tersebut. Memang sih bagi koki yang jam terbangnya sudah tinggi mengolah masakan lezat, gak akan ribet dan gak pake lama, tetapi bagi koki pemula atau baru belajar bukankah perlu tanya sana sini (sharing ), tak sekedar baca resep dan berani mencoba, kecuali yang dimasak cuma mi instan he he, itu mah gampang.

Karena ketika tulisan kita dilempar ke khalayak, para pembacanya adalah semua kalangan yang sengaja maupun tidak sengaja membaca tulisan kita, akan selalu ada tanggapan pro dan kontra, like and dilike. So pasti menulislah tentang apa saja dan jangan lupa berdamai dengan diri sendiri, sebelum menuangkan ide,atau  ketika menuangkan tulisan bahkan sesudah tulisan menjadi. Karena akan ada pembaca yang bersorak kegirangan menyambut tulisan kita, ini tidak membuat kita sombong dan akan ada pembaca yang mencemooh dan hal ini juga tidak akan membuat kita patah semangat. Menulislah, berdamailah, dan rasakan kedamaian itu, salam menulis.

Read Full Post »

[Ide Menulis] Permainan Tradisional

oleh: Hidi Yan

Terkadang ide menulis “sesuatu” tiba-tiba muncul ke permukaan dan menjadi mudah untuk di tulis. Tetapi ketika akan menulis yang sedikit saja ada unsur “pemaksaan” pikiran, [ada tema yang harus diikuti, atau ada orderan tertentu] semua jadi terasa sulit, buntu bahkan otak terus dipaksa memutar memori, akhirnya membaca berbagai referensi, dan hasilnya tidak diragukan lagi, menjadi sebuah tulisan “gado-gado”, antara referensi yang di baca dengan pikiran sendiri.

Jika sudah terkait dengan menulis yang ada unsur “pemaksaan” tersebut, maka setiap detik terus menggiring pikiran dalam berbagai pertanyaan : apa, dimana, siapa, kapan, berapa, dan lain-lain pertanyaan, tidak ubahnya seperti seorang anak-anak yang cerewet bertanya terus menerus kepada ibunya.

Sebagai orang yang memandang tulisan sebagai karya seni, tidak dituntut dengan target dan materi, strategi bermain tradisional tampaknya lebih sesuai, karena selama permainan itu berlangsung, suasana hati lepas bebas bagai elang di angkasa raya. Bermain di alam bebas, dengan pulpen dan kertas, tidak berusaha duduk di depan komputer yang terhubung dengan internet, karena jika sudah berjumpa si cantik google, bisa saja merusak ciri khas karya penulisnya.

“Penemuan Ide” melalui permainan tradisional ini akan banyak membatu dan ketika mendapat sedikit pencerahan, secepatnya tulis walau harus menggunakan kertas rokok yang ditemukan di tempat sampah, yang terpenting “amankan” dulu ide itu dengan memberikan “keterangan” dalam catatan, apa yang sedang terpikir saat itu, sehingga ketika membaca catatan tadi, keterangan itu berguna sebagai penuntun pada pemikiran semula, walau telah berlangsung satu atau dua minggu.

Repotnya, terkadang lupa menyimpan catatan tersebut. Tidak perlu khawatir, sekarang lebih mudah, tidak perlu repot mencari kertas dan pulpen ketika terpikir sebuah ide yang menarik untuk di tulis, tulis saja di SMS, kirim ke email, atau cukup simpan di draf sms, maka aman untuk sementara.

Mengamankan ide seperti ini, tentunya hanya berlaku bagi yang ingin menulis bebas, tanpa dituntut oleh pesanan dan orderan, apalagi harus mengikuti suatu tema tertentu. Penuangan ide dalam bentuk tulisan, murni dipandang sebagai sebuah karya seni. [Hd]

Read Full Post »

[Tips Menulis] Mendapatkan Ide Menulis!

Oleh: Risma Purnama

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan bahan tulisan,antara lain dengan mengamati lingkungan yang ada di sekitar Anda berada. Jika Anda seorang yang sering bepergian, akan makin banyak bahan yang bisa anda peroleh selama kurun waktu perjalanan Anda. Misalnya macet di jalanan, kebosanan selama dalam perjalanan bisa anda tuliskan. Atau Anda mencatat apa saja yang terjadi selama perjalanan, apa saja yang Anda lihat, misalnya anda bisa mencatat apa yang terjadi di lampu merah, atau apa yang terjadi di dalam bis yang anda tumpangi. Saya selalu melakukan hal itu. Ketika saya melakukan perjalanan naik kereta, saya mencatat mulai dari saya membeli tiket, keadaan kereta, dan mencatat obrolan saya dengan penumpang, sampai saya ke tujuan semua saya catat. Dalam perjalanan jangan lupa bawa kertas dan pena untuk mencatat supaya tak ada yang tertinggal, atau jika Anda punya daya ingat yang tajam, silahkan simpan di memori anda yang bernama otak (saya menyebutnya sel sel kecil kelabu).

Selain itu juga Anda bisa mendapatkan ide atau bahan menulis dari membaca apa saja. Jika anda seorang kutu buku, maka akan semakin mudah bagi Anda untuk mendapatkan ide dan mengembangkan ide itu menjadi tulisan. Saya seorang anggota jemaah fesbukiyah sangat rajin membaca status dan komentar di fesbuk saya, termasuk tagging notes maupun link yang dibagikan. Tujuan saya selain mencari hiburan, terutama untuk mencari bahan atau ide tulisan saya. Seringkali status pertemanan saya sangat menginspirasi saya untuk menjadikannya tulisan.
Jika Anda seorang yang sangat gaul dan mempunyai teman yang banyak dari berbagai kalangan sangat mendukung sekali untuk mendapatkan ide tulisan. Curhat teman, pengalaman teman yang di ceritakan ke Anda bisa juga di jadikan bahan tulisan. Atau sangat mungkin kisah pribadi Anda, atau keluarga Anda. Saya juga telah membuat catatan mengenai beberapa sahabat saya, kisah yang menginspirasi, maupun kisah sedih, ataupun yang mengundang gelak tawa. Apa saja yang Anda dan teman Anda rasakan bisa dijadikan bahan tulisan.

Biasanya dari satu ide menulis akan mengalir ide ide lain, kadang bahkan tak terbendung! Mulailah dari ide yang ringan ringan saja dulu. Sampai nanti anda akan terpikirkan untuk membuat ide ide besar. Jangan terpaku dengan apakah tulisan saya akan di baca atau tidak, tapi mulailah saja dengan menulis dulu. Sama seperti yang saya lakukan. Pokoknya menulis dulu, seiring dengan waktu tulisan Anda pun akan mulai dilirik pembaca,percayalah! Apakah Anda sudah mendapatkan ide dari tulisan saya ini, jika belum cobalah membaca lagi tulisan yang lain, jika sudah, ayo tuliskanlah!

Salam PNBB, apa ide Anda hari ini, yuk tuliskan :D

Read Full Post »

[Ide Menulis] Membaca Semesta

Oleh : Afiani Gobel

 

Awal dari menulis, adalah membaca.

Mengapa begitu? Karena perintah pertama adalah BACA.

Tidak perlu ditelaah ulang. Karena itulah yang tertuang dalam Al Qur’an.

Lalu, mengapa membaca ? Karena seseorang dapat mengetahui lebih banyak dengan membaca. Dan kehidupan menulis hadir dari ruh membaca.

Lalu muncul pertanyaan selanjutnya. Mbak-nya kok bisa sering2 nulis itu, idenya dapat dari mana ? Banyak baca ya ? (Untuk pertanyaan ini saya akan malu menjawabnya. Karena, saya itu CINTA menulis tapi, hanya SUKA membaca) Intinya besar pasak dari pada tiang. Itu kalau ukurannya membaca buku yaa. Apalagi kalau dilanjutkan dengan ‘Punya banyak sekali buku ?’ (makin saya malu menjawabnya. Karena belakangan saya mulai jarang beli buku)

Jadi, bagaimana mendapatkan ide?

Sederhana saja, yaitu dengan membaca.

Membaca Apa :

  • Membaca Peristiwa

Bagi yang benar2 ingin sering2 melakukan menulis. Maka setiap peristiwa di sekitar kita merupakan sebuah bacaan penting. Disana ada tokoh, waktu, tempat, alur dan segala hal yang kita butuhkan dalam membuat tulisan yang utuh. Kita tinggal membacanya dengan sungguh-sungguh. (Contoh, kecelakaan yang kita lihat, sebuah demo di jalan, sopir angkot yg ugal-ugalan, dll) Baca peristiwa, olah dengan pikiran mendalam, lalu mulailah merangkai kata.

  • Membaca Suara

Telinga kita juga adalah alat ‘baca’ yang luar biasa. Suara akan menyampaikan satu bentuk imaginasi (terutama saat kita tidak melihat sumber dari suara tersebut) yang akan dapat kita olah untuk menjadi sebuah tulisan. Tentu kita pernah membaca, bagaimana suara jangkrik juga bisa menjadi sebuah bagian dalam tulisan. Suara burung yang merdu, menjadi bagian dalam tulisan yang menyatakan bahwa suara itu serupa dengan buluh perindu. Syahdu. Perhatikan suara2 di sekitar kita. Ia adalah satu nada, di mana kita bisa menemukan banyak aksara.

  • Membaca Alam

Pernah lihat video Harun Yahya? Bagi yang sudah, bersyukurlah. Bagi yang belum, carilah. Hehee.
Video Harun Yahya adalah serangkaian video yang menggambarkan bagaimana ajaibnya penciptaan, keunikan binatang, ada juga video tentang tumbuhan. Kesemua isi dari video2 Harun Yahya, menampilkan peristiwa alam yang ternyata merupakan peristiwa yang telah tercantum dan dijelaskan dalam Al Qur’an. Siapapun yang telah membuat video-video itu, ia telah membaca alam dan ‘menulis’kannya dalam bentuk video. Penulis yang telah membaca alam, akan segera menegakkan pena-nya. Perhatikanlah pepohonan, jangan lewatkan untuk membaca hujan, cernalah semilir sang angin, bacalah alam maka ide kan menghampiri kita.

  • Membaca Manusia

Manusia adalah objek paling menarik yang bisa kita tulis. Bagaimana tingkah laku mereka, apa saja yang mereka alami, pendapat mereka yang berbeda-beda, pembicaraan mereka, cara bicaranya, kata-kata mereka. Semua dalam diri manusia dapat kita baca. Bahkan hati, jiwa.. Maksudnya ruhiyah mereka pun dapat pula kita baca. Itulah yang biasa kita sebut aura. (meski kita bukan seorang yang tajam bashirahnya. Tentu sedikit pula yg bisa kita baca. Tergantung batas diri kita) Seorang teman dalam sebuah pertemuan, berkata pada teman-teman saya yang lain. “Hei, hati-hati kalau bicara pas ada Fian. Ntar ditulis lho.” Begitulah saya. Banyak tulisan merupakan hasil dr mengamati manusia dan segala bentuknya. Jadi, waspadalah kalau berinteraksi dengan saya. Bisa jadi tulisan. :D Jadi, kenali manusia, baca dirinya dan tulis apa yang telah kita baca.

  • Membaca Media

Kita tidak mungkin senantiasa mendapati diri kita mengalami sendiri sebuah peristiwa, atau selalu mendapatkan cerita dari orang-orang didekat kita, atau sedikit-sedikit beranjangsana untuk membaca alam, atau terlalu sering berkumpul untuk membaca manusia. Adakalanya kita hanya bisa berada di rumah dan tidak menemukan sesuatu yang menarik untuk dibaca. Apakah saat di rumah kita tidak perlu membaca?? Kita mungkin bisa membaca manusia2 yang ada di rumah. Namun, jika itu sudah pernah ditulis, maka menfaat si kotak hitam yang ‘gendut’ atau si warna-warni yang ‘langsing’. (apa coba?) Hehee. Itulah si televisi. Tontonlah TV, maka ia bisa menjadi ide. Beberapa tulisan saya juga terinspirasi dari televisi. Bisa juga nonton film dari DVD. Dengarkan radio, baca koran, majalah, buku dan teman2nya. Karena media menyajikan sesuatu yang mungkin terlalu jauh untuk dapat kita akses. Baca media, dan ide pun datang.

 

  • Mentok Membaca

Ini adalah masa, dimana sudah membaca, sudah sungguh2 mencerna, ternyata sang ide tak juga di dapat. Seorang penulis novel2 terkenal (saya bener2 lupa namanya. Yang jelas dari luar negeri) berkata, “Tuhan, datangkanlah ide.” lalu.. “Dan ide itu pun datang.” lanjutnya. Hmm.. Ajaib ternyata. :) Lakukan ini, setidaknya, setiap kali memulai sesuatu, mulailah dengan ‘bismillaah’. Kebaikan yang di awali dengan kebaikan tidak akan memunculkan selain kebaikan.

Aktifkan setiap indera. Bacalah semesta. Ide akan selalu ada. Tuliskan semuanya.

Read Full Post »

[Parenting] Membuat Anak Suka Sekolah

Oleh : Mamane Kirana

 

Anak-anak adalah makhluk yang polos, jujur, spontan, selalu ingin tahu, semangat dan energik.

Sejak ia mulai pandai bicara hampir semua yang dilihat, didengar, dirasakan ditanyakannya. Memang kesabaran orang tua teruji disini. Saya pernah berjanji menulis tentang bagaimana anak menyukai sekolah kepada Mb Qurota Ayyun, nah kini saya akan penuhi janji tsb tapi hanya sebatas pengetahuan dan pengalaman pribadi saya sendiri yang tak seberapa. Bisa jadi pengalaman kita sama atau mungkin berbeda sama sekali, tak mengapa ya. Kalau ada masukan dari teman-teman monggo ditambahkan.

Sejak usia belum sekolah, saya sering mengajak anak saya pergi, baik bertamu, belanja, ke Masjid, berenang kemana saja deh, pokoknya saya ajak. Maksud saya agar tak celingus dan pemalu.

Lalu Ketika usia hendak play grup sebelumnya saya sering bercerita bahwa di sekolah Play grup itu mengasyikkan, banyak teman, banyak dongeng, menyanyi, bikin gambar, mewarnai pokoknya disana banyak yang asyik-asyk deh. Ber ulang-ulang ngomongnya dengan ekpresi wajah yang gembira, Lalu sebelumnya saya ajak dia lihat-lihat sekolah yang bakal dia pilih dari beberapa tempat yang sudah saya seleksi lebih dahulu sebelumnya dan saya kenalkan dengan gurunya.

Hal tsb diatas saya lakukan berulang-ulang, sehingga anak seakan-akan memutuskan sendiri dimana ia bakal sekolah.

Kemudian saya sering menggosipkan anak dengan agak keras yang kira-kira anak dengar tentang hal-hal hebat yang ia lakukan. Misal ketika ia mau berbagi, suka berlatih mewarnai, mau mandi sendiri, menolong mama, dlsbgnya, langsung saya puji dan gosipkan dengan nada bersyukur dan gembira dengan jarak yang ia dengar dengan pura-pura tak tahu anak ada di situ.

Kadang untuk menggosip hal-hal baik saya kompakan atau kong kalikong dengan mas-masnya, pembantu, papanya, bahkan sama tukang kebun. Ketika saya memergoki kebaikannya langsung saya kasih reward, dengan kata-kata dan pelukan yang sedikit agak saya tekan dan membelai-belai punggungnya dengan nada bangga dan gembira.

Ketika seminggu sbelum masuk TK, saya sudah berkata berulang-ulang, bahwa Kirana adalah anak yang berani, wataknya persis mama(saya bilang demikian karena ia amat dekat dengan saya, dan dia bangga kalau bisa seperti saya), lalu saya katakan dia adalah anak yang santun, ramah, suka menolong, lembut hati , rajin belajar, selalu menyimak guru, focus disekolah, berulang-ulang, dan suka berlatih sendiri tanpa minta tolong (saya lihat hidungnya kembang kempis kesenangan). Saya juga mengatakan kepadanya Kirana anak yang cerdas, mudah mengingat dan tidak sombong, lalu gantian saya minta papa, mas-masnya, pembantu,teman, guru mengaji ngomong yang intinya persisi seperti yang saya katakan diatas,dengan beda versi. Kelihatan Kirana sangat bahagia dengan pengakuan tsb.

Intinya, saya perbanyak pelukan, sentuhan, tatapan, pujian ketika kita menangkap kebaikannya, di bombong (di naik-naikkan), gosip baik, tidak mengkritik, jika salah langsung kita beri tahu yang baiknya lalu tidak diungkit-ungkit salahnya, seakan tak pernah terjadi, mendongeng/bercerita sebelum tidur, Cerita sebelum tidur sangat efektif sekali. Menjawab semua pertanyaannya dengan sabar. Berduaan pun sungguh asyik, kadang-kadang kami jalan aneh bersama hahaha.Alhamdulillah sekarang Kirana sudah kelas I SD, populer di sekolah, banyak teman suka berbagi dan berhati lembut nilai ulangan harian dan rapornya di dominasi angka 10 dan betul-betul jadi gosip disekolah diantara para guru dan wali murid, padahal di rumah tak pernah belajar, baca komik doraemon atau buku-buku yang saya belikan khusus untuk anak. (yang sudah saya seleksi terlebih dahulu tentunya). Juga dalam menghafal surat-surat dalam al Qur’an saya tak lagi membantu.

Sharing diatas tidak ada maksud lain selain berbagi untuk para ortu yang masih punya balita, khusunya janji saya sudah tertunaikan kepada mbb Qurota Ayyun. Semoga bermanfaat. Mohon maaf bila tak berkenan.

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: